Berapa Nilai Bisnis Anda?

Gunakan kalkulator valuasi gratis kami untuk mengestimasi nilai bisnis berdasarkan metode standar M&A.

Data Keuangan Bisnis

Rp

Total pendapatan selama 12 bulan terakhir

Rp

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi & amortisasi

0% 25% 50%
5% 15% 25%

Multiplier Industri

Revenue:
EBITDA:

Masukkan Data Bisnis

Isi form di samping dengan data keuangan bisnis Anda untuk mendapatkan estimasi valuasi.

Estimasi Nilai Bisnis Anda

Low:
High:

Berdasarkan metode valuasi

Perbandingan Metode Valuasi

Siap Menjual Bisnis Anda?

Daftarkan bisnis Anda di JualBeliBisnis dan temukan pembeli yang tepat.

Jual Bisnis Saya →

⚠️ Disclaimer

Hasil estimasi ini bersifat indikatif dan tidak dapat dijadikan dasar transaksi. Valuasi aktual bisnis memerlukan analisis mendalam oleh profesional yang berkualifikasi. Multiplier berdasarkan standar pasar M&A Asia Tenggara dan dapat berbeda untuk setiap bisnis.

Bagaimana Cara Kerjanya?

📝

1. Input Data

Masukkan data keuangan bisnis seperti revenue tahunan, EBITDA, dan proyeksi pertumbuhan.

⚙️

2. Kalkulasi

Sistem menghitung menggunakan 3 metode valuasi standar M&A dengan multiplier spesifik industri.

📊

3. Hasil Estimasi

Dapatkan range estimasi nilai bisnis Anda dengan perbandingan visual antar metode.

FAQ

Revenue Multiple adalah metode valuasi yang menghitung nilai bisnis berdasarkan kelipatan dari pendapatan tahunan. Multiplier berbeda-beda tergantung industri, misalnya bisnis teknologi biasanya memiliki multiplier lebih tinggi dibanding retail.
EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation & Amortization) Multiple adalah metode paling umum dalam M&A. Metode ini menghitung nilai bisnis berdasarkan kelipatan profitabilitas operasional bisnis.
DCF adalah metode valuasi yang menghitung nilai sekarang (present value) dari proyeksi arus kas masa depan bisnis. Metode ini memperhitungkan tingkat pertumbuhan dan discount rate untuk mendapatkan valuasi yang lebih komprehensif.
Hasil ini bersifat estimasi indikatif. Valuasi aktual dipengaruhi banyak faktor seperti kondisi pasar, aset tak berwujud, kontrak, dan posisi kompetitif. Kami menyarankan konsultasi dengan advisor profesional untuk valuasi formal.